Pengantar

Pengantar

Pengantar

Melalui situs ini, kami mencoba membedah lanskap sosial, politik, dan sejarah yang melingkupi proyek PollinationOf Hunters and Gatherers”. Disusun oleh kurator–LIR dan Kittima Chareeprasit–sebagai arsip diskursif yang dapat digunakan untuk memperluas pemahaman khalayak mengenai konteks di balik karya seni serta motivasi dari seniman-seniman Pollination, Maryanto dan Ruangsak Anuwatwimon.

Edisi ketiga situs web Pollination ini bisa dikatakan sebagai platform yang ambisius, yang tidak hanya terdiri dari koleksi teks online dan dokumentasi visual, tetapi juga diisi pameran dua seniman (dipandu oleh MAIIAM Contemporary Art Museum, Chiang Mai), berjudul “The Hunters”, menampilkan karya terbaru dari Maryanto dan Ruangsak; dan simposium daring (dipandu oleh Selasar Sunaryo Art Space, dengan dukungan dari Grey Center for Arts and Inquiry, Universitas Chicago), berjudul “The Gatherers”, menampilkan presentasi oleh Elizabeth D. Inandiak, JJ. Rizal, Maryanto, Napak Serirak, Prilla Tania, Ruangsak Anuwatwimon, Sutthirat Supaparinya, The Forest Curriculum, Tita Salina, and Wut Chalanant. Semua ini dimungkinkan berkat dukungan sponsor kami SAM Fund for Arts and Ecology dan MAIIAM Museum of Contemporary Art.

Di antara ketiga aspek dalam proyek ini, secara cermat mengungkapkan kedalaman penelitian, introspeksi, kepedulian dan semangat untuk hubungan antara produksi karya seni kontemporer, letaknya (yaitu konteks), dan kebutuhan kritis dari interogasi tekstual, performatif, dan visual. Satu elemen kunci lainnya dalam semua aspek adalah sifat interdisipliner dalam pendekatan, seluruh upaya ini telah dikonsultasikan dengan/menugaskan/mempekerjakan tidak hanya sejarawan, antropolog, seniman, jurnalis, ilmuwan, tetapi juga penambang, nelayan, dukun desa, nubuat rakyat, dan banyak lagi.

Betapa menyenangkannya menjadi komisaris proyek semacam ini, untuk dapat belajar banyak dari perspektif dan persepsi alternatif–yang memang merupakan tujuan dari Pollination. Untuk mempelajari, mendukung, mengadaptasi, mengadvokasi, dan memelihara jaringan pertukaran pengetahuan alternatif; khususnya antara seniman, kurator dan sistem pendukung infrastruktur budaya lokal/regional (organisasi kesenian, kolektor, dan dermawan). Di Asia Tenggara saat ini, kami memiliki komunitas artistik yang beragam secara dinamis yang memiliki strategi bertahan hidup yang unik dalam menghadapi kesengsaraan ekonomi dan pembatasan politik. “Of Hunters and Gatherers” merupakan cerminan brilian tentang bagaimana hati nurani sosial dapat menghasilkan karya seni yang menakjubkan. Hal ini juga merupakan cerminan betapa pentingnya mendukung ide-ide budaya saat ini yang kritis terhadap realitas yang kita asumsikan.

Zoe Butt
Direktur Artistik, The Factory Contemporary Arts Centre.